
Balongpanggang 30 Maret 2026 — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pascalebaran, Idulfitri 1447 H, SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang (Spemdaba) selenggarakan kegiatan Halalbihalal sebagai bentuk ungkapan rasa syukur. Di lain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi di lingkungan sekolah. Halalbihalal menjadi acara yang selalu di nanti dan menjadi tradisi Spemdaba sampai saat ini yang dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah, setelah libur hari raya. Spirit dalam Halalbihalal adalah untuk saling memanfaatkan kesalahan antarsatu dengan yang lainnya.
Kegiatan ini dilakukan di Musala K.H. Ahmad Dahlan pada Senin (30/3) pagi. Maulana Jalaluddin Rumi, ketua PR. IPM Spemdaba menyampaikan bahwa acara ini sebagai wadah seluruh warga sekolah untuk kembali ke fitri.
“Melalui momen Halalbihalal ini, kita dipertemukan kembali dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Di acara ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang serta menguatkan kembali kebersamaan yang sudah terjalin.” ujarnya.
Pada kesempatan ini semua guru dan murid diharapkan selalu membuka hati untuk saling memaafkan. Dalam interaksi sosial tidak luput kadang terselip kekhilafan. Hal ini senada dengan ungkapan kepala sekolah, Bapak Abdul Rahman, S.Pd., dalam sambutan hangatnya. Misalnya bentakan seorang guru terhadap murid bukan berarti hal tersebut dimaknai dengan membenci, melainkan sebagai bentuk ketegasan dan pengajaran kepada murid agar tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama. Begitu juga sesama teman sebaya, terkadang karena berbeda pendapat memicu sikap membenci, bahkan pulang takjarang terjadi pertengkaran.

Menariknya, serangkain acara ini diiringi dengan kajian Islami singkat yang disampaikan oleh Ustaz Muh. Muslikh, S.Ag., M.Pd.I. Beliau menyampaikan sedikit pesan, “Setelah satu bulan kita melaksanakan puasa Ramadan dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Swt., maka sudah selayaknya kita juga meminta maaf atas dosa kita pada sesama manusia agar kita benar-benar terlahir kembali sebagai manusia yang fitri.” tegasnya.
Setelah kajian singkat seluruh guru dan murid bersalam-salaman untuk melebur segala dosa dan kesalahan. Dipenghujung acara, pengurus IPM telah menyiapkan permainan jajanan ringan yang akan dibagikan kepada seluruh warga sekolah. Jajan-jajanan tersebut dihimpun rapi dengan benang wol putih dikaitkan satu sama lain, sejumlah warga sekolah. Setiap guru dan murid akan mendapat satu benang wol yang harus ditarik untuk mendapatkan hadiah. Ini menjadi pengalaman yang menarik, bukan melihat dari nilai jajannya, melainkan nilai kebersamaan yang sedang dibangun.
Meski hakikatnya orang yang memanfaatkan lebih mulia daripada meminta maaf, saling memaafkan sangat dianjurkan untuk menabur rasa empati dan memperkokoh silaturahmi di antara sesama manusia.
Penulis: Naira Aswa Fahira
Editor: Dwiki Ayu Pramudya
Dokumentasi: Ziva (Bidang MKTI)
No responses yet