
Murid SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggag (Spemdaba) eksis berpidato empat bahasa di kegiatan Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Balongpanggang. Kegiatan rutin yang digelar setiap bulan pada pekan ketiga ini menyasar seluruh jamaah Muhammadiyah se-Kecamatan Balongpanggang.
Suasana pagi di halaman Masjid Al-Huda terlihat ramai nan khidmat dengan antusiasme jamaah yang hadir meluangkan waktu untuk mendengarkan kajian bersama mulai pukul 06.00 hingga 7.00 WIB. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, tampilan spesial dari murid Spemdaba, dan ceramah agama.
Dalam kesempatan tersebut, lima murid Spemdaba telah disiapkan untuk meramaikan praacara kegiatan Ahad Pagi dengan bimbingan dari Bu Dianty dan Bu Lifya. Pidato empat bahasa yang berjudul “Amal Saleh sebagai Bukti Keimanan” itu disampaikan secara bergantian dalam bahasa Arab oleh Risdha Putri, bahasa Indonesia oleh Annora, bahasa Inggris oleh Ziva, serta bahasa Jawa oleh Azka. Sementara itu, Shakila bertugas sebagai pengantar acara.
Penceramah pagi ini adalah Ustad H. Nasir Fahmi, MHI, wakil ketua PDM Kota Mojokerto, menyampaikan tiga hal pentinya yang salah satunya membahas tentang menyambut bulan Ramadan. Secara lugas, Ustaz Nasir memberikan pemantik, “Kapan kita mulai berpuasa?” yang kemudian jamaah kompak menjawab pada 18 Februari 2026. Namun, Ustaz Nasir menegaskan kembali bahwa bulan puasa di mulai pada 1 Ramadan 1447 H.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Nasir menekankan pentingnya mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan agar mampu meraih ketakwaan dan menjadikan Ramadan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menyampaikan lima amalan utama yang perlu dibiasakan, yaitu menjaga lisan saat berpuasa dari perkataan kotor, ghibah, dan amarah; melaksanakan salat tarawih berjamaah hingga witir bersama imam yang pahalanya dicatat seperti salat satu malam penuh; serta memperbanyak membaca Al-Qur’an sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Selain itu, Ustaz Nasir juga mengajak jamaah untuk memperbanyak zikir dan doa karena terdapat waktu-waktu mustajab bagi orang yang berpuasa, terutama sejak awal puasa hingga menjelang berbuka. Amalan kelima yang perlu dilakukan selama Ramadan adalah melaksanakan iktikaf di masjid, sebagai upaya meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Swt.
Selamat menyambut bulan penuh berkah, mari kembali meningkatkan ketakwaan, semoga segala keberkahan mampu diraih. Aamiin.

Penulis: Dwiki Ayu Pramudya
Dokumentasi: Lifyatul Ummah
No responses yet