Gresik – Kembali menunjukkan eksistensinya yang dikemas dalam visi sekolah BERIMAN (Berprestasi, Generasi Qur’ani, Kreatif, Mandiri), SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang berhasil meraih juara II kategori lomba pidato bahasa Arab dan Karya Ilmiah di ajang Festival Faqih Usman (FFU) ke-9 tahun 2025. Kompetisi yang rutin digelar oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini menjadi ajang unjuk kemampuan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik dalam bidang akademin maupun nonakademik.

Tahun ini, Spemdaba mengirimkan delapan peserta terbaik untuk mengikuti berbagai lomba. Adapun rincian kategori dan peserta lomba yang mewakili Spemdaba adalah sebagai berikut:

  1. Pidato Bahasa Arab: Risdha Putri Utami
  2. Pidato Bahasa Inggris: Khairun Nisa
  3. Duta Sekolah: Rizka Ma’rifatussofia dan Muhammad Nur Akbar
  4. Karya Ilmiah: Naira Aswa Fahira dan M. Akbar Putra
  5. Olimpiade Matematika: Ragil Hakim
  6. Olimpiade IPA: Muhammad Ary

Serangkaian lomba ini dilakukan secara daring dengan mengabadikan diri dalam bentuk video sebagai bagian dari babak penyisihan dalam rentang waktu 20 September hingga 16 Oktober 2025. Berdasarkan hasil penyisihan, enam peserta terbaik dari masing-masing kategori lomba akan masuk ke babak final secara luring pada Sabtu, 1 November 2025 di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik. Ini adalah momen puncak kegiatan yang mempertemukan para finalis semua kategori lomba untuk memperebutkan juara.

Rizka dan Akbar, sebagai Duta Sekolah, tampil dengan menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik dan sopan santun yang mencerminkan karakter murid Spemdaba. Meski belum berhasil meraih kemenangan, Rizka dan Akbar tetap menunjukkan semangatnya dengan bersiap mencoba di kesempatan yang lain.

Kategori olimpiade MIPA yang diikuti oleh Ary dan Ragil, menjadi pengalaman yang berkesan mengingat ini adalah momen lomba pertama yang mereka ikuti. Kegagalan masuk babak final menjadi motivasi bagi mereka untuk belajar dan berlatih lebih giat lagi.

 “Kekalahan kali ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju kesuksesan berikutnya.” semangat Akbar.

Putri dan Nisa juga tampil percaya diri dalam menyampaikan pidatonya dengan pelafalan yang jelas serta intonasi yang tepat. Putri berhasil meraih juara II. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang tidak hanya berjalan di dalam kelas, tetapi juga mampu bersaing dalam kompetisi di luar kelas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengasah kemampuan berbahasa dan berani tampil di depan umum.

Tidak kalah menarik, tim Karya Ilmiah, Naira dan Akbar, juga berhasil meraih juara yang sama. Mereka mengangkat judul “Pemanfaatan Nasi Basi sebagai Sumber Mikroorgnisme Lokal (MOL) dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Cangkang Telur” yang terkesan sederhana namun memberi dampak yang bermakna. Kemenangan ini juga menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan ilmu pengetahuan. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, melainkan juga menjadi bukti bahwa ide sederhana dapat membawa perubahan besar jika dikemas dengan kreativitas dan kerja keras. Melalui lomba ini, murid belajar untuk berpikir kritis, meneliti, dan menyampaikan gagasan ilmiah secara sistematis.

“Kemenangan bukan satu-satunya tujuan, yang terpenting adalah pengalaman dan semangat belajar yang didapat dari lomba ini.” tegas Naira.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat juang, kerja keras, serta dedikasi murid dan guru pembina lomba sepanjang proses kompetisi. Beliau menegaskan bahwa kemenangan adalah bonus, pengalaman dalam berproses yang menjadi modal utama untuk tetap tumbuh dan berkembang.

Guru pembina lomba juga turut mengapresiasi semangat murid Spemdaba dalam ajang ini. Dianty Nur Fitri, S.Pd., selaku guru pembina pidato bahasa Arab, menuturkan, “Sejak awal saya sudah menyampaikan kepada Putri bahwa ia memiliki kemampuan lebih dari yang ia kira. Ia hanya perlu percaya diri dan yakin bisa menampilkan yang lebih baik saat final. Hari ini terbukti, meskipun awalnya masuk final di urutan keenam, Putri berhasil meraih juara II.”

Sebagai guru pembina ekstrakurikuler dan lomba Karya Ilmiah, Mu’nisatuz Zahroh, S.Pd. juga menegaskan bahwa apapun hasilnya tetaplah percaya pada proses. Semangat berproses itulah yang membawa mereka meraih juara.

Dengan kemenangan ini, Spemdaba kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang cerdas, beriman, dan berprestasi. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Penulis: Rizka Ma’rifatussofia

Editor: Dwiki Ayu Pramudya

Dokumentasi: Mu’nisatuz Zahroh

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *