
Balongpanggang, 28 Oktober 2025 – Momen Sumpah Pemuda dalam serangkaian kegiatan di sekolah menjadi salah satu bentuk wujud nyata mengajak generasi penerus untuk kembali memaknai esensi perjuangan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Setiap tahun dalam pelaksanaannya diharapkan menjadi ruang refleksi untuk kembali berbenah, menyonsong perubahan, dan terus menggaungkan semangat juang.
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1998, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang mengajak seluruh murid Spemdaba untuk mengabadikan momen ini dalam bingkai kegiatan Nobar (Nonton Bareng) dan kuis bertema Sumpah Pemuda.
Serangkaian kegiatan ini dimulai dari pelaksanaan upacara bendera se-Perguruan Muhammadiyah Balongpanggang yang dihadiri oleh Bapak Kapolsek Balongpanggang di lapangan SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang. Seluruh guru dan murid kompak memakai kostum bertema pahlawan atau profesi. Hal ini sebagai salah satu bentuk semangat juang dan harapan masa depan.
Kegiatan dilanjut oleh pengurus IPM yang diselenggarakan di musalah sekolah. Seluruh murid Spemdaba berbondong-bondong berkumpul dan mengikuti agenda selanjutnya, yakni nobar dan kuis. Film yang diputar berjudul Kadet 1947, mengisahkan tentang perjuangan kelompok Taruna Angkatan Udara Muda Indonesia yang ikut berperang melawan penjajah Belanda pada masa Agresi Militer Belanda I, tepatnya pada tahun 1947. Film ini membawa pesan bagi para pemuda untuk terus mengibarkan semangat juang dan pengorbanan demi mempertahankan kemerdekaan. Setelah itu, dilanjut dengan kuis seputar Sumpah Pemuda dengan hadiah yang menarik dan beragam. Di samping itu, IPM juga telah mempersiapkan hadiah untuk nominasi kostum terbaik yang diraih oleh Cielo dari kelas VIII-A dan Nesya dari kelas VII-A.
Setiap momen membawa cerita yang beragam dari banyak sudut pandang, “Sebagai guru Bahasa Indonesia, saya bangga karena lewat bahasa, semangat persatuan bisa terus kita jaga, salah satunya lewat Upacara Hari Sumpah Pemuda dan serangkaian kegiatan hari ini.” ungkap Dianty Nur Fitri, S.Pd. Selain itu, lewat momen yang penuh makna ini, Lifiyatul Ummah, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila, juga menuturkan rasa bangganya melihat antusias murid Spemdaba selama kegiatan sekaligus berpesan mereka agar tetap bersatu dalam keberagaman.
“Hari Sumpah Pemuda selalu menjadi momen yang istimewa bagi saya sebagai guru Pendidikan Pancasila. Setiap tahun, saya merasa bangga melihat semangat para murid yang berusaha memahami makna persatuan dan cinta tanah air. Melalui peringatan ini, saya melihat bagaimana generasi muda terus tumbuh dengan semangat kebangsaan yang kuat. Pesan saya untuk anak-anak, jangan jadikan sejarah hanya untuk dihafal, tetapi juga wujud semangat yang diamalkan. Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini ditentukan. Bersatulah dalam keberagaman, gunakan ilmu dan teknologi dengan bijak, serta teruslah berjuang membawa nama baik Indonesia. Ingatlah, Semangat Pemuda 1928.” pungkasnya.
Seluruh murid sangat antusias dengan kegiatan hari ini yang menjadi ruang untuk menilik kembali semangat juang pemuda demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan menjadi ajang untuk berselisih dan saling mengunggulkan, melainkan sebagai kekuatan untuk terus menyongsong masa depan yang lebih gemilang.
Penulis: M. Nur Akbar
Editor: Dwiki Ayu Pramudya
Dokumentasi: Mu’nisatuz Zahro dan IPM

No responses yet