
[Balongpanggang, 5/10/2025] – Rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali, perkemahan Hizbul Wathan (HW) kembali digelar tahun ini pada 3 – 5 Oktober 2025 di Desa Karangsemanding, Balongpanggang dengan tema Sahabat Bumi. Suasana menyenangkan menyelimuti serangkaian acara 3 hari 2 malam yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Balongpanggang. Kegiatan dua tahunan ini menjadi momentum yang penuh kasih dan dinantikan oleh seluruh anggota HW dari berbagai sekolah Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Menyambut acara ini, SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang, Spemdaba, telah mempersiapkan diri selama satu bulan menjelang hari pelaksanaan. Hal ini sebagai bentuk semangat serta antusias tinggi untuk mengikuti Kemah Syiar 2025 yang penuh makna. Selain itu, Spemdaba menjadi satu-satunya lembaga dengan pastisipasi terbanyak dengan total 112 peserta. Mereka terbagi menjadi 6 regu putra dan 5 regu putri yang didampingi oleh 11 guru Spemdaba.
Kegiatan dimulai pascasalat Jumat dengan pawai yang diikuti oleh seluruh lembaga dan ortom Muhammadiyah wilayah Balongpanggang. Cuaca cerah khas musim kemarau tidak mengernyitkan semangat peserta pawai yang kemudian dilanjut dengan upacara pembukaan Kemah Syiar 2025.
Serangkaian acara telah dipersiapkan panitia untuk menumbuhkan jiwa kepanduan, kedisiplinan, kreativitas, dan ukhuwah Islamiyah melalui berbagai kegiatan dan lomba. Terdapat tiga lomba kategori penghela SMP, yaitu drama bertema lingkungan, upcycling, dan memasak dengan bahan dasar singkong. Pada ajang lomba kebersihan tenda, Regu Sepatu, salah satu regu putri dari Spemdaba, berhasil meraih juara 3.
Dilanjut dengan khasnya perkemahan, acara apresiasi seni dan api unggun juga tidak kalah menarik perhatian peserta, warga sekitar, dan wali murid yang turut hadir menyaksikan putra putrinya tampil di atas panggung. Kemeriahan acara tampak dari beragam tampilan peserta kemah dari berbagai lembaga yang menampilkan bakat dan kreativitas, mulai dari tari tradisional, modern, hingga kesenian kicak.
Spemdaba, tampil memesona dengan persembahan Kolosal Semaphore yang mengiringi prosesi penyalaan api unggun. Selain itu, Spemdaba juga menampilkan Dance Semaphore –sebuah paduan kreatif antara tarian modern yang dikemas dengan ciri khas pandu HW, yaitu bendera semaphore sebagai elemen utama.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, di hari terakhir, kegiatan kemah juga diisi dengan aksi peduli sesama melalui kegiatan bakti sosial pembagian sembako kepada warga sekitar. Menariknya lagi, selaras dengan temanya, peserta kemah juga diajak untuk turut menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon di area bumper sebagai wujud nyata cinta lingkungan.
Indah Tri Utami Ningsih, S.Li., selaku koordinator SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang dalam kegiatan Kemah Syiar 2025, menyampaikan apresiasi setinggi-setingginya atas antusias seluruh murid Spemdaba.
“Bangga, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu guru pendamping yang telah mendampingi siswa-siswi kita dalam menjalani kegiatan perkemahan ini. Terima kasih juga kepada Bapak Abdul Rahman, S.Pd., kepala SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang, yang telah memfasilitasi siswa-siswi kita dalam mengikuti kegiatan perkemahan ini. Tak lupa, terima kasih kepada Bapak/Ibu wali murid spemdaba yang telah mendukung dan membantu putra-putrinya dalam mempersiapkan menjalani kegiatan tersebut.
Semoga kegiatan perkemahan ini menjadi pengalaman yang berharga dan kenangan indah untuk siswa-siswi dan kita semua. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari kegiatan ini.” tutur Bu Indah.
Seluruh rangkaian acara sukses menghadirkan suasana kebersamaan yang penuh makna. Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa HW terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang berjiwa tangguh, berakhlak mulia, dan siap menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat. Mereka akan mengenang apa yang menjadi bagian dari kisah kasih di sekolah, pulang membawa cerita, kenangan, dan semangat baru. Hitungan dua tahun terasa waktu yang lama untuk menanti pertemuan berikutnya, tetapi spirit Hizbul Wathan akan terus menyala dalam setiap langkah mereka.
Penulis: Dwiki Ayu Pramudya
Editor: Dianty Nur Fitria
Dokumentasi: Sylvia Nurmala Dewi dan Mu’nisatuz Zahroh

No responses yet