Tumbuh kembang usia remaja menjadi atensi yang cukup serius bagi orang tua dan guru sebagai pendamping proses belajar anak. Masa remaja adalah fase penuh tantangan, mengingat karakter dan jati diri mereka mulai terbentuk. Menyadari hal itu, program Pashmina sangat relevan untuk membekali para murid agar siap menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri. Sayyidah Nuriyah, S.Psi., seorang Motivator Pashmina PDNA (Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisiyah) Gresik sekaligus Ketua Departemen Pusintek PDNA Gresik menjadi pemateri di SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Pashmina adalah singkatan dari Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah, yang merupakan program kerja dari organisasi Nasyiatul Aisyiyah (NA) untuk memberikan edukasi kesehatan, persiapan remaja, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus program ini adalah memberikan edukasi kesehatan, persiapan masa remaja, dan pemberdayaan masyarakat. Pada kesempatan ini, sebanyak 15 orang pengurus dari PDNA dan PCNA serta didampingi oleh 2 orang dari puskesmas Balongpanggang turut hadir menyukseskan agenda Pashmina.

Seminar menjadi acara inti yang disampaikan oleh Ibu Sayyidah Nuriyah, S.Psi. didampingi Ibu Nur Fadillah, S.Pd. sebagai moderator. Topik yang disampaikan sangat relevan dengan era digital yang saat ini akrab dengan remaja, yakni berjudul “Menjadi Remaja Percaya Diri dan Tangguh”. Pemateri berdialog interaktif dengan murid Spemdaba selama 30 menit dengan metode tanya jawab dan kuis sehingga murid juga sangat antusias dalam mencerna materi. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh murid kelas VII dan IX, sedangkan kelas VIII bertepatan dengan jadwal ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) 2025.

Dalam pemaparannya, Sayyidah menjelaskan bahwa percaya diri berarti yakin pada kemampuan diri sendiri, sementara tangguh berarti mau bangkit dan mencoba kembali meski pernah gagal. Ia juga membagikan kiat-kiat agar remaja bisa tumbuh percaya diri dan tangguh, yaitu dengan mengenali potensi diri, berani mencoba, serta senantiasa berdoa dan bertawakal. “Remaja yang percaya diri dan tangguh bukanlah mereka yang sekadar ikut-ikutan, melainkan mereka yang berani memilih jalan kebenaran,” tegasnya.

Setelah kegiatan seminar, murid Spemdaba diajak untuk mengunjungi lima pos kesehatan yang telah disiapkan. Pos pertama untuk mengukur tinggi badan dan berat badan, kedua mengukur tensi darah, ketiga cek gizi, keempat konsultasi psikologi, dan kelima pembagian kudapan.  Sebelum kegiatan tersebut dimulai, para murid terlebih dahulu mengonsumsi tablet tambah darah secara bersama. Bagi perempuan, tablet ini bermanfaat untuk menggantikan darah yang banyak hilang saat menstruasi, sementara bagi laki-laki berfungsi sebagai penambah zat besi untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Berkaca dari masifnya informasi di era ini, diharapkan remaja menjadi bijak dan selektif dalam mengakses media sosial. Mereka sangat akrab dengan informasi yang belum diketahui kebernarannya. Mengingat tidak semua informasi telah diberikan sesuai dengan fakta yang ada. Pemateri menuturkan, “Harapannya di era gempuran gadget dan media sosial yang luar biasa ini, remaja tidak terjebak dalam fenomena FOMO (fear of missing out) seperti ikut ikutan yang viral atau lainnya. Mereka harus percaya pada kemampuan diri sendiri,  tahu potensi yang ada pada diri sendiri, dan mau mencoba mengembangkan potensi yang ada serta tangguh/tidak mudah menyerah dalam kondisi sulit, karena mereka paham bahwa tugas manusia hanya berikhtiar untuk hasil sepenuhnya urusan Allah Swt. yang kita kenal dengan konsep berdoa dan bertawakal.” pungkasnya.

Foto diambil oleh: Adila As Shahidah

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *